Merti Dusun Kledungkradenan

By administrator 08 Jan 2026, 22:37:51 WIB KEGIATAN
Merti Dusun Kledungkradenan

Merti Dusun Kledungkradenan: Wayang Kulit Semalam Suntuk, Wujud syukur dan tuntunan Budaya


Suasana lingkungan Kledungkradenan, Kecamatan Banyuurip, malam itu terasa berbeda dari biasanya. Di tengah permukiman warga, gemuruh suara gamelan menggema, mengiringi pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh dalang Ki Sunarpo Guno Prayitno dengan lakon Bimo Suci. Pagelaran tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat dalam tradisi Merti Dusun setiap tahunnya.
Seiring berjalannya malam, antusiasme masyarakat semakin meningkat. Warga dari berbagai usia berdatangan untuk menyaksikan pagelaran budaya yang sarat makna. Para pemuda tampak sibuk menata hidangan bagi para tamu undangan, sementara di bawah tarub berwarna putih, tua dan muda duduk bersama, menyimak dengan seksama setiap sabetan wayang yang dimainkan penuh syarat filosofi kehidupan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Banyuurip, Galuh Bakti Pertiwi, S.STP., MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Merti Dusun Kelurahan Kledungkradenan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti kekompakan dan semangat kebersamaan masyarakat dalam melestarikan tradisi budaya leluhur.
Beliau berharap, pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan, khususnya bagi generasi muda di tengah arus modernisasi budaya. Selain itu, Camat Banyuurip juga mengucapkan terima kasih atas kesadaran masyarakat Kledungkradenan dalam memenuhi kewajiban membayar pajak sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kepentingan bersama.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah yang tengah berjalan, di antaranya pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi bagi siswa-siswi.

Merti Dusun Kledungkradenan malam itu bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang kebersamaan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Kledungkradenan, 8 Januari 2026




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment